fungsi dan grafik fungsi

FUNGSI DAN GRAFIK FUNGSI KUADRAT


FUNGSI

Fungsi didalam matematika adalah suatu relasi yang menghubungan setiap daerah a ( daerah asal/domain) dengan suatu nilai tunggal f(a) dari suatu himpunan daerah yang kedua atau disebut juga daerah hasil /kodomain.

FUNGSI KUADRAT 



GRAFIK FUNGSI KUADRAT

Dalam membuat suatu grafik fungsi kuadrat ada beberapa langkah yang harus di lakukan sebagai berikut :
1. Menentukan titik potong dengan sumbu x dengan syarat bahwa y = 0 sehingga

dan kita cari akar - akarnya dan di dapat (x-x1)(x-x2) = 0 dan didapat titik potong di titik x yaitu (x1,0) dana (x2,0).
2. Menentukan titik potong dengan sumbu x dengan syarat bahwa x = 0 sehingga y = a(0) + b(0) + c , didapat y = c titik potongnya dalah (0,c).
3. Menentukan persamaan sumbu simetris, yakni x : xp, dimana xp adalah titik puncak x atau titik tengah antara x1 dan x2 didalam grafik fungsi dengan rumus :

    Menentukan yp yang merupakan nilai minimum/maksmum dari fungsi dengan rumus :

dimana D adalah diskirminan dengan rumus :


4. kita buat grafik fungsi kuadratnya.

contoh soal :
1. diketahui persamaan kuadrat sebagai berikut :

jawab :
Cek deskriminan untuk mengeathui grafik memotong pada sumbu x atau tidak.

titik potong sb y, x = 0
y = 2 (0) - 4(0) + 4
y = 4
titik potong (0,4) di y

cari titik puncak xp dan yp :




titik puncak = (xp,yp)
titik puncak = (-2,1)

membuat grafik fungsinya :

 

pertidaksamaan nilai mutlak

PERTIDAKSAMAN NILAI MUTLAK 

Nilai mutlak suatu bilangan real adalah x adalah jarak antara bilangan itu dengan nol pada garis bilangan, dengan dilambangkan sebagai |x| nilai didefinisikan sebagi berikut :

SIFAT - SIFAT NILAI MUTLAK
Dalam menyesaikan pertidaksamaan nilai mutlak kita harus memperhatikan sifat - sifat yang ada didalam pertidaksamaan nilai mutlak itu sendiri, dengan demikian kita baru bisa mendapatkan sebuah himpunan penyelesain dari pertidaksamaan tersebut. Dan sifat - sifat tersebut  sebagai berikut :
Sifat - sifat diatas merupakan merupakan sifat - sifat sederhana yang sering digunakan dalam menyelesaikan pertidaksamaan nilai mutlak, sifat - sifat diatas juga berlaku untuk tanda lebih kecil sama dengan dan lebih besar sama dengan.

LANGKAH - LANGKAH DALAM MENYELESAIKAN PERTIDAKSAMAAN NILAI MUTLAK
1. Identifikasi bentuk pertidaksamaan nilai mutlak memiliki bentuk seperti apa,dengan begitu kita dapat mengetahui cara apa yang akan kita gunakan untuk menyelesaikan pertidaksamaan nilai mutlak tersebut.
2. Merubah bentuk pertidaksamaan tersebut menjadi pertidaksamaan biasa dengan memperhatikan sifat - sifat pertidaksamaan nilai mutlak tersebut.
3. Mencari nilai x yang memenuhi pertidaksamaan nilai mutlak tersebut.
4. Kita buat garis bilangan untuk mendaptakn himpunan penyelesainya.

PEMBAHASAAN SOAL PERTIDAKSAMAAN NILAI MUTLAK

1. 3 < |x+3| < 6
kita rubah pertidaksamaan ini menjadi dua bentuk :
a) |x+3| > 3
berdasarkan sifat - sifat pertidaksamaan nilai mutlak maka :
untuk |x+3| > 3                                                 
x + 3 > 3
x  >  0 (1)

untuk |x+3| < -3
x + 3 < -3
x  < -6  (2)

kita buatkan garis bilangan pertama :


b) |x+6| < 7
berdasarkan sifat - sifat pertidaksamaan nilai mutlak maka :
untuk |x+6| < 7 menjadi -7 < |x+6| < 7
-7 < x+6 < 7
-7 - 6 < x + 6 - 6 < 7 - 6
-13 < x < 1
kita buatkan garis bilangan yang  kedua :
selanjutnya kita gabungkan kedua garis bilangan untuk mencari himpunan penyelesainya :

dari garis bilangan diatas didapatlah himpunan penyeselain dari pertidaksamaan nilai mutlak tersebut sebagai berikut :
HP : {x | -13 < x < 6 atau 0 < x < 1 } 

pertidaksamaan dan garis bilangan

Pada artikel ini kita akan membahas materi tentang pertidaksamaan dan interval untuk lebih jelasnya akan saya jelaskan di penjelasan dibawah ini :

Pengertian pertidaksamaan
pertidaksamaan adalah himpunan bilangan yang memenuhi sifat urutan bilangan tertentu. Pertidaksamaan dinyatakan dengan salah satu tanda dari lambang berikut = (<,>,,,).
a. x < y yang menyatakan bahwa nilai x lebih kecil dari nilai y.
b. x > y yang menyatakan bahwa nilai x lebih besar dari nilai y.
c. x y yang menyatakan bahwa nilai x lebih kecil atau sama dengan nilai y.
d. x y yang menyatakan bahwa nilai x lebih besar atau sama dengan nilai y.

Sifat - sifat operasi sederhana :
1. Penjumlahan
jika x > y maka x + a > y + a, kita misalkan x = 2, y = 1, a = 3, kita masukkan nilai tersebut kedalam x + a > y + a = 2 + 3 > 1 + 3 = 5 > 4 .
2. Pengurangan
Jika x < y maka x - a < y - a, kita misalkan x = 1, y=2,a=3,kita masukkan nilai tersebut kedalam x -a <y- a = 1- 3 < 2-3= -2 < -1.
3. Perkalian
Jika x y maka ax ay, kita misalkan x = 1,y=1,a=3, kita masukkan nilai tersebut kedalam ax ay = 1(3) 1(3) = 3 3 .
4. Pembagian
Jika x y maka 
     kita misalkan x = 1,y = 1,a=3, kita masukkan nilai tersebut kedalam         =      .

Pertidaksamaan dan interval
a. Jika = 0 solusinya adalah sebuah titik didalam garis bilangan R (x1 = (-5),x2 = 2).
b. Jika bertanda (<,>,,,) maka solusinya berupa garis bilangan yang tertutup ataupun terbuka.

Pertidaksamaan kuadratik
Merupakan pertidaksamaan yang memuat persamaan kuadrat didalamnya.
Contoh = 0
Cara mencari solusi dari persamaan kuadratik adalah dengan mencari akar - akar dari persamaan tersebut dengan menfaktorkanya agar mendapatkan akar - akar dan setelah itu membuat garis bilangan agar dapat mengetahui himpunan solusi dari pertidaksamaan kuadratik tersebut.

Pertidaksamaan bentuk pecahan
Pertidaksamaan dalam bentuk pecahan memiliki sifat - sifat sebagai berikut :
1. Jika > 0 maka  harus bernilai positif dengan x dan y keduanya harus benilai positif ataupun keduanya bernilai negatif.
2. Jika  < 0 maka  harus bernilai negatif dengan x dan y dari salah satu keduannya ada yang bernilai negatif.

Himpunan penyelesaian dan garis bilangan
a. Jika pertidaksamaan memiliki tanda < atau > maka dibuat bulatan pada akar - akar yang didapat pada garis bilangan tetapi bulatan tersebut tidak harus dihitamkan.
b. Jika pertidaksamaan memiliki tanda     ataupun  maka dibuat bulatan pada akar -akar yang didapat pada garis bilangan dengan menghitamkan bulatan tersebut.
untuk lebih jelasnya bisa dilihat gambar dibawah ini :
Sumber gambar :



Contoh soal dan pembahasan 

1.diberika pertidaksamaan sebagai berikut :

Penyelesainya :
Karena pertidaksamaan diatas tidak bisa difaktorkan maka kita menggunakan rumus abc  untuk mencari faktor - faktor dari persamaan tersebut.


Dengan a = 3,b = 1 dan c = (-4), maka kita masukan nilai abc kedalam rumus diatas.

Dan garis bilanganya adalah sebagai berikut :


Karena tanda pada pertidaksamaan adalah  maka bulatan pada garis bilangan dihitamkan dan himpunan penyelesainya berada pada titik + jadi himpunan solusi dari pertidaksamaan diatas adalah



2. Diberikan pertidaksamaan sebagai berikut :

Penyelesainya  :
Karena penyebut tidak bisa difaktorkan kita hanya perlu mencari nilai dari diskriminanya untuk mewakili dari nilai penyebut dari pertidaksamaan diatas.


Kita masukkan nilai dari persamaan penyebutnya sebagai berikut  :

D < 0 dan a > 0 maka definit positif tidak memiliki akar real oleh karena itu  nilai akar dari penyebut tidak dapat dimasukkan kedalam pembuat nol.
Kita buat pembuat nol :
x - 3 0
  3

Kita buat garis bilangan :
 
Himpunan solusi dari pertidaksamaan diatas adalah x 3.

Demikianlah penjelasan saya mengenai pertidaksamaan dan garis bilangan lebih dan kurangnya mohon dimaafkan jika ada saran dan komentar silakan dimasukkan di dalam kolom di bawah ini.